BSA | The Software alliance

Unduh Buku Elektronik Sekarang

‘COVID-19 dan Ancaman Siber di Asia Tenggara’

Di era bekerja di rumah seperti saat ini, kecemasan akan virus dan ancaman kejahatan siber lebih kuat dari sebelumnya. Untuk membantu bisnis agar tetap aman saat online, BSA telah menyusun buku elektronik mengenai Keamanan Siber di era COVID-19.

Apa isi e-book ini?

Berikut beberapa informasi bermanfaat yang kami sertakan dalam buku elektronik ini

Fakta dan statistik tentang kejahatan siber selama krisis COVID-19
Rekomendasi prosedur keamanan yang disesuaikan dengan bisnis di ASEAN
Studi kasus dan testimoni dari para ahli di Asia Tenggara

Perusahaan, organisasi, dan individu di Vietnam dan seluruh kawasan ASEAN terus mengalami serangan yang semakin canggih setiap harinya, dan dengan destabilisasi akibat COVID-19, banyak yang menjadi semakin rentan. Sangat penting untuk lebih mengenali risiko dan melindungi data mereka, bukan hanya untuk kepentingan mereka sendiri, tetapi juga publik dan keamanan bangsa di masa-masa sulit seperti ini.” 

Major Jendral Nguyen Minh Chinh
Direktur Keamanan Siber dan Kriminal Teknologi Tinggi, Vietnam

Kejahatan siber meningkat setiap hari, menciptakan ancaman kritis dengan dampak luas pada pemerintahan dan sektor swasta. Terutama selama krisis COVID-19 yang sedang berlangsung dan jumlah penggunaan komputer dan media sosial berkembang pesat, para penjahat siber memanfaatkan kesempatan ini untuk menargetkan organisasi maupun individu demi menimbulkan kerusakan atau mencuri data sensitif. Menggunakan perangkat lunak yang tidak berlisensi, dapat menimbulkan risiko dan memungkinkan para penjahat siber menimbulkan kerusakan atau mencuri data. Kami ingin melibatkan organisasi dan masyarakat untuk bergabung dengan kami dalam mendukung kesadaran keamanan siber dan melindungi diri dari penipuan siber dengan menggunakan perangkat lunak hanya yang berlisensi saja.

Pol.Maj.Gen. Maitri Chimcherd
Komandan Divisi Penindasan Kejahatan, Thailand

“Kami memandang Covid-19 sebagai pertempuran di berbagai bidang. Tentu saja ada krisis di bidang kesehatan, ekonomi, komunikasi, hingga persoalan potensi kejahatan. Salah satunya kejahatan siber yang meningkat saat aktivitas online juga meningkat. Isu global yang kita alami saat ini telah melahirkan budaya baru, diikuti dengan banyak orang bekerja dari rumah maupun dari mana saja ke depannya. Untuk itu, perusahaan dan masyarakat harus memastikan memiliki kesadaran terhadap cyber security. Aktivitas yg semakin banyak dilakukan secara online harus diimbangi dengan upaya mempertahankan keamanan informasi yg menjadi semakin penting pula. Hal ini sangat penting dan sangat menantang. Kami berharap perusahaan-perusahaan mengambil sebanyak mungkin langkah pencegahan untuk melindungi bisnis mereka dari serangan siber yg sangat  berbahaya dan merugikan.”

Henri Subiakto
Staf Ahli Menteri KOMINFO

“Para pebisnis harus menyiapkan infras- truktur TI untuk menghadapi serangan. Penjahat siber dapat berada ribuan mil jauhnya, namun begitu mereka berhasil masuk ke dalam sistem Anda, pada ekse- kutif pun berada dalam risiko yang besar. Persiapan adalah kunci. Para CEO dan dewan korporasi harus menjadikan kea- manan siber sebagai fokus mereka.”

Atty. Anselmo B. Adriano
Dewan dan CEO Optical Media Board (OMB), Filipina

Penjahat siber secara oportunis memanfaatkan krisis seperti saat ini untuk meningkatkan serangan mereka, terutama menggunakan metode phishing dan ransomware.

Kami akan menunjukkan cara untuk melawannya.

BSA | The Software Alliance

Tentang BSA

BSA | Aliansi Perangkat Lunak (www.bsa.org) adalah advokat terkemuka untuk industri perangkat lunak global bagi pemerintah dan pasar internasional. Anggota BSA adalah beberapa perusahaan inovatif di dunia yang menciptakan solusi perangkat lunak yang mendorong perekonomian dan meningkatkan kehidupan modern.

BLOG

Baca postingan blog terbaru dari BSA